Jumat, 10 Oktober 2025

POLA PIKIR (MINDSET)


Pola Pikir (Mindset) didefinisikan sebagai cara melihat dan cara berpikir seseorang terhadap sebuah peristiwa (how to see and how to think) yang berguna untuk memperluas (broaden) cara melihat dan berpikir, Kumpulan Keterampilan (Skillset) didefinisikan sebagai pengetahuan dan pengalaman yang berguna untuk memperdalam (deepen) saat mempelajari sesuatu dan Alat-alat (Toolset) didefinisikan sebagai kumpulan Metode dan Alat yang berguna untuk mempertajam (sharpen) dalam menganalisis sebuah peristiwa atau masalah. Dari gambar di atas tampak jelas bahwa Pola Pikir adalah fondasi dari Kumpulan Ketrampilan dan juga Alat-alat sehingga tanpa Pola Pikir yang tepat makan 2 unsur di atasnya tidak akan berguna. Oleh karena itu kita sering mendengar ungkapan : Pola Pikir Lebih Penting dari pada Ketrampilan (Mindset Over Skillset).

1. Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset)

Seorang profesor psikologi dari Universitas Stanford Prof Carol S. Dweck telah mengembangkan konsep Pola Pikir Bertumbuh (PPB) yang saat ini telah digunakan dalam berbagai bidang baik untuk kalangan bisnis maupun pendidikan. PPB dikembangkan oleh Prof Dweck berdasarkan penelitiannya yang sangat panjang terkait perilaku dan sikap orang pada saat berhadapan dengan tantangan, hambatan dan kesulitan. Dalam bukunya Mindset: The New Psychology of Success, Prof Dweck menjelaskan tentang jenis-jenis pola pikir yaitu : Pola Pikir Tetap (PPT) dan Pola Pikir Bertumbuh (PPB) sebagai jawaban dari pertanyaan : Mengapa Manusia Berbeda-beda? Dua jenis Pola Pikir dapat dijelaskan sebagai berikut :

- PPT adalah orang yang memiliki keyakinan bahwa kecerdasan dan keterampilan bersifat tetap dan tidak bisa diubah lagi secara signifikan.

- PPB adalah orang yang memiliki keyakinan bahwa kecerdasan dan kemampuan bisa dikembangkan secara tidak terbatas lewat proses belajar dan berusaha.

Prof Dweck juga melakukan penelitian yang sangat mendalam terkait perbedaan karakteristik antara PPT dan PPB dalam 5 area kunci (key-areas) yaitu : tantangan, hambatan, usaha, kritik dan sukses orang lain. Dalam buku The Growth Mindset Coach, Brock dan Hundley (2016) dijelaskan perbedaan antara PPT dan PPB di 5 area kunci itu seperti yang tercantum dalam Table

berikut ini. 



Dalam PISA 2018, OECD bekerjasama dengan Prof Dweck untuk menyisipkan Survei Pola Pikir dalam asesmennya yang diikuti oleh 600.000 murid berusuia 15 tahun dari 79 negara. Dalam rilisnya pada tanggal 21 April 2021 via daring karena pada saat itu lagi masa Pandemi Covid-19, OECD menyampaikan kesimpulan utamanya yaitu : terdapat korelasi positif antara jumlah murid yang memiliki PPB dengan nilai akademik di suatu negara. Negara dengan jumlah murid yang memiliki PPB tinggi akan memiliki nilai akademis yang tinggi pula dan sebaliknya. OECD juga menjelaskan bahwa
dari 79 negara peserta PISA 2018 ada 6 negara yang memiliki jumlah murid yang memiliki PPB sangat rendah yaitu kurang dari 40% dan salah satunya adalah Indonesia yaitu 2 dari 3 murid kita terindikasi memiliki PPT dan berada di peringkat ke.3 dari bawah.

2. Dari Pola Pikir Tetap ke Pola Pikir Bertumbuh
Dalam Pembelajaran Mendalam, guru memiliki tiga peran baru yaitu sebagai : activator, collaborator dan builder learning culture. Agar dapat menjalankan peran baru ini dengan baik, guru harus memiliki ketrampilan untuk mendorong murid yang memiliki PPT agar bisa menjadi PPB lewat 4 langkah seperti yang telah dijelaskan oleh Prof Dweck dalam situsnya www.mindsetworks.com yaitu :

Suara PPT adalah suara-suara yang menimbulkan kekhawatiran dalam diri seseorang pada saat menghadapi tantangan dan hambatan sebaliknya suara PPB adalah suara-suara yang memunculkan optimisme dalam kondisi yang tidak sesuai dengan harapan atau lebih tepatnya tetap bertindak positif dalam situasi negatif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama

 Yuni Nurfitriani